Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Happy Birthday

Hari ini, 23 November 2014

Dan keesokan harinya, 24 November 2014

 

Ulang tahun yang hanya selisih satu hari, itu yang membuat kita banyak kesamaan

Morning Letter


I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you simply without problem or pride
I love you in this way becauce i dont know any other way of loving
But this, in which there is no I or you, so intimate that your hand upon my chest is my hand, soo intimate that when I fall a sleep your eyes close.

With love,

Aku dan Kamu

Semua terjadi begitu saja
Memang terkadang sulit untuk dimengerti
Tapi memang ini terjadi
Mungkin benar kata pepatah jodoh tak lari kemana

Kita bertemu
Kita berkenalan
dan sekarang kita saling belajar mengenal pribadi masing masing

Aku,
Aku suka kamu tak suka aku merokok
Aku suka kamu tak suka aku bangun kesiangan

Kamu,
Kamu suka aku tak suka mukamu ditekuk cemberut
Kamu suka aku tak suka kamu cerewet

Cinta itu sengit,
Tapi itu semua yang membuat jadi indah
Terima kasih telah memilih aku


Dua Puluh Tiga

Hari ini saya keluar malam.
Saya habiskan waktu dengan teman teman kuliah. Sudah lama kita tidak keluar malam. Sejak saya lulus saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Setelah ada waktu dan acara yang tepat. Kita akhirnya berkumpul kembali. Menghabiskan malam ini. Karena hari ini, hari ulang tahun saya.


Meski tahun ini tanpa kehadiran pasangan, tapi terasa lengkap hari ini bersama keluarga kedua saya. Terima kasih teman. Sekarang saatnya kembali ke rutinitas seperti biasanya. Suatu saat kita akan berkumpul lagi.

Sukses itu Simple

Kadang kita sering menilai kita belum sukses atau kita merasa kalau kita sudah sukses.
Tapi apa kalian tahu apa sebenarnya sukses itu ?

Semua itu bergantung pada bagaimana memaknai kata sukses tersebut. Sebuah penjelasan dari kamus bahasa indonesia, sukses mempunyai arti berhasil dan beruntung. Sepertinya tidak puas dengan hanya penyelasan seperti itu saja, saya akhirnya mencari kembali di kamus bahasa indonesia makna dari berhasil. Ternyata berhasil yaitu mendatangkan sebuah hasil.

Kesimpulannya apa? Sukses itu sebenarnya simple yaitu mendatangkan hasil. Yang jadi persoalannya adalah hasil yang seperti apa? Pasti setiap orang mempunyai pandangan atau takaran tersendiri mengenai hasil yang diharapkan.

Kadang seseorang mempunyai harapan yang terlalu berlebihan sehingga meskipun di mata orang dia sudah tergolong orang sukses, tapi dia masih merasa belum sukses juga. Tidak masalah sih sebenarnya. Toh, nenek moyang mengajarkan kejarlah harapanmu setinggi langit.

Tapi ada satu hal yang perlu ditekankan, apapun hasil yang telah kita terima, janganlah pernah lupa untuk  mensyukuri apa yang telah kamu dapat. Besar atau kecilnya hasil yang kamu dapat tetaplah mensyukuri itu. Sesuatu yang kamu peroleh tidak ada yang pernah sia - sia. Saya yakin akan hal itu.

Saya juga sedang belajar tentang hal itu.

180 Derajat



Chemical Engineering Photography on Discussion 

Nothing's Impossible

Tahun 1928 pemuda indonesia berkumpul untuk semangat perubahan
hingga kini semangat dan harapan itu terus menyala

Di setiap tangis kekalahan tim Indonesia,
10.000 anak bangsa bersemangat jadi juara

Sementara tawuran pelajar terus terjadi,
Lebih dari 400.000 calon pemimpin lulus dari bangku kuliah

Untuk waktu yang terbuang percuma di jalan raya,
14.388 pemuda semangat mendukung gerakan berkebun

Ada lebih banyak kata CINTA ditemukan di google daripada kata PERANG


Saat sekelompok orang memperkaya diri dengan korupsi,
2 juta orang rela mendonorkan darah untuk membantu orang lain

Di saat orang mempersalahkan siapa yang akan memimpin,
Ribuan relawan menyisihkan waktu untuk membersihkan pantai

Ketika ada yang masih percaya kekerasan bisa menyelesaikan masalah,
Jutaan orang menyebarkan pesan kebaikan

Masih banyak alasan untuk percaya masa depan yang lebih baik


Laki - laki dan Perutnya


Kembalikan perut saya seperti dahulu.

Awalnya sih saya melihatnya sebagai sesuatu yang biasa, tapi entahlah ini menjadi +1 atau -1 dalam hal kegantengan. Saya tidak berpikir ini juga terjadi kepada saya. Perut saya semakin lama semakin membesar. Tidaakk.

Ini terlihat jelas ketika saya berdiri di depan kaca. Dalam posisi berdiri biasa sih terlihat tidak masalah, tetapi begitu menghadap ke samping. Astaga, ternyata ini bukan pemandangan yang bagus untuk dilihat. Hal ini membuat saya sedikit mengalami kesulitan menjaga keawetan jelana jins yang saya punya.

Sebenarnya hal ini terjadi karena aktifitas akhir - akhir ini. Kesibukan kuliah yang telah usai membuat beban pikiran yang sedikit berkurang. Pekerjaan sekarang lebih banyak dihabiskan di rumah apabila tidak ada tes - tes untuk melamar pekerjaan.

Saya harus berubah. Saya harus mengontrol pola makan. Saya harus rajin berolahraga. Saya tidak ingin ini menjadi salah satu kegagalan dalam melamar pekerjaan. Saya jamin setelah mengalami kesibukan kembali perut saya akan berangsur angsur mengecil. Doakan.


Pilih Sapi atau Manusia ?

Ini cerita tentang kambing dan sapi hari ini. Kematian mereka sudah terjadwal. Bagaimana tidak mereka sudah tahu kapan mereka akan mati. Mereka hanya bisa pasrah menunggu kematiannya tanpa bisa melakukan perlawanan. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Kenapa saya jadi perhatian begini dengan mereka? ahh yang pasti setelah itu mereka akan bahagia, mereka akan tinggal di tempat yang paling indah yaitu di surga.

Sedangkan kita? kita tidak tahu kapan kita akan meninggal. Banyak dari orang yang meninggal di usia muda namun banyak juga meninggal di usia yang memang sudah tua. Selain itu kita tidak tahu apa kita akan di surga atau di neraka, yang pasti semua itu bergantung pada amal dan perbuatan kita. 

Dari kedua paragraf diatas, terlihat perbedaan yang dratis bukan. Kalau dilihat sih memang jadi sapi dan kambing lebih beruntung daripada kita. Kalau emang diberi kesempatan untuk change, kalian mau tidak? kalau saya sih. hmm. masih pikir - pikir juga.


Wisegroo, Wise dan Groovy

Sedikit mempromosikan teman. 
Mungkin ada produser yang iseng - iseng browsing tidak sengaja membaca tulisan ini, kemudian tertarik mengajak mereka ikut rekaman. Kalau emang benar kejadian seperti itu, wah kalian harus mentraktir saya makan teman.

Dengan membawa genre jazz groovy, band yang digawangi oleh Dito (bassist) , Fiki (gitaris), Niar (vokalist), Tata (keyboardist), dan Yogi (drumer) mampu membawakan musiknya dengan bijaksana. Band yang tergolong masih muda ini sudah mampu mendominasi di beberapa acara - acara di ITS. 

Single lagu yang berjudul Lelah bercerita tentang perasaan lelah telah mendiamkan pasangannya, padahal disisi lain dia sendiri tidak bisa menjauhi pasangannya. Akhirnya dia meminta maaf kepada pasangannya dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

Beberapa foto yang saya ambil saat mereka perform di acara colloid2012


Jika ingin tahu lebih lanjut, follow aja twitternya di @wisegroo 
atau kunjungi aja profil mereka di www.reverbnation.com/wisegroo
Keep groove guys!

Helipad

Menyelinap diam diam.
Pandangan tidak lepas dari berbagai sisi.
Berlagak seperti pengunjung biasa.
Ini gambaran agar pihak keamanan tidak curiga dengan aktifitas saya.

Sore itu, saya ingin mengambil foto di helipad di salah satu mall di Surabaya.








Terus dan Terus Mencari


Seperti lupa rasanya jatuh cinta, sepertinya sudah lama tidak merasakan perasaan itu.
Apa ada yang salah? Apa saya kurang menarik, apa saya termasuk orang yang pilih -pilih atau apa saya belum move on dengan mantan saya? Entahlah, sulit untuk menjawabnya, yang pasti saya belum menemukan rasa itu muncul kembali.

Saya jadi teringat adegan terakhir pembicaraan Tom dan Summer di film "500 days of summer". Tom berkata, "Kamu tahu hal yang menyebalkan? Menyadari hal yang kamu yakini adalah bohong belaka. Takdir, belahan jiwa, cinta sejati dan semua dongeng masa kecil itu omong kosong."

Tapi setelah mendengar perkataan Tom, Summer malah tersenyum dan berkata "Kamu tahu? Aku duduk di Deli dan membaca Dorian Gray dan seorang pria mengampiri itu dan menanyakan tentang itu, sekarang dia menjadi suamiku, bagaimana jadinya jika aku ke bioskop atau aku makan siang di suatu tempat atau datang kesana sepuluh menit berikutnya? Itu memang sudah ditakdirkan Tom"

Dari adegan tersebut saya belajar tentang sesuatu. Tidak ada yang namanya kebetulan, semua telah ditulis, banyak cara untuk bertemu pasangan kita. Mungkin dia berposisi sama seperti kamu, mungkin juga dia sedang menjalin hubungan dengan orang lain.

Jangan berhenti untuk mencari dan selalu belajar dari kegagalan. Mungkin kalimat terakhir ini cocok untuk dijadikan semangat mencari pekerjaan sekaligus mencari pasangan. Hufh.



Cepat Berlalu


Di saat kuliah ingin cepat lulus, tapi setelah kuliah ingin kembali ke masa-masa kuliah
Andai bisa memajukan atau memundurkan waktu seenak hati,
Ah hanya angan belaka


Foto ini diambil setelah pengambilan toga, sayang tidak semua teman-teman K48 ikut serta. Sebagian telah mendapatkan pekerjaan, sebagian lagi telah melanjutkan studi S2nya, sebagian lagi sedang di rumah, mandangin laptop mencari lowongan pekerjaan. Parahnya sampai detik saya menulis ini saya termasuk yang terakhir.

Menagih Rencana Tuhan

Sudah tepat satu bulan dari hari syukuran wisuda.
Banyak yang bilang masa setelah wisuda adalah masa yang sebenarnya. Tapi sudah satu bulan lewat ini saya masih belum mengerti masa yang sebenarnya itu seperti apa. Pendapat lebih frontal lagi adalah ada yang berkata masa setelah wisuda adalah masa dimana pelepasan pengangguran secara massal. Mungkin dari dua pendapat yang berbeda, saya lebih setuju pendapat yang terakhir.

Begitu banyak para wisudawan wisudawati tiap tahunnya tapi itu tidak didukung oleh jumlah lowongan tiap tahunnya. Sebetulnya lowongan pekerjaan itu banyak, tapi manusia ini cenderung ingin memperoleh hasil yang terbaik. Jadi sepertinya harus saya pertegas, lowongan perusahaan yang baik yang jumlahnya sedikit.

Saya termasuk orang yang ambisius, Saya mungkin termasuk golongan seperti itu, entah itu hal - hal yang saya cita-citakan atau itu karena dorongan kuat dari orang tua. Orang tua selalu berharap untuk kerja di "perusahaan A" saja, gaji dan tunjangan besar atau "perusahaan B" lah yang sudah besar punya cabang dimana - mana. Padahal "perusahaan A dan B" ini belum membuka lowongan, kadang meskipun ada itupun bukan lowongan yang sesuai dengan jurusan yang telah diambil.

Apa harus menunggu ? Menunggu perusahaan tersebut membuka lowongan. Tentu semua orang tidak akan berbuat demikian bukan. Meskipun saya termasuk orang yang ambisius, pasti saya berpkir ulang kalau harus menunggu untuk sesuatu yang tidak pasti. Selagi menunggu pasti ada usaha untuk mencari perusahaan lain untuk dilamar.

Nah ini berakibat pada tes - tes interview, saya jamin pasti tidak ada orang yang menjawab seratus persen kejujuran. Banyak yang diantaranya berbohong. Seperti yang telah beberapa kali saya lalui, ketika ditanya lebih memilih "perusahaan A" atau "perusahaan ini". Pasti akan saya akan menjawab "perusahaan ini" dengan beberapa alasan yang saya anggap masuk akal, padahal dalam hati saya lebih memilih "perusahaan A".

Dari situ apa boleh dikata. Sesuatu yang harus selalu dipegang yaitu usaha. Daripada menunggu sesuatu yang tidak pasti, mending melakukan suatu usaha. Tuhan mungkin mempunyai rencana lain dan percayalah rencana itu pasti indah. 




Renungan Perjalanan Pulang

Dengan kecepatan motor hanya 40 km/jam saya merenungkan suatu hal.


Saya pernah membaca sebuah blog yang mengupas apakah bisa cowok dan cewek tulus bersahabat? Pertanyaan itu muncul di saat saya bertemu kembali dengan seorang teman lama yang lama tidak berkomunikasi. Tulus? Benar benar tulus tanpa ada harapan - harapan atau kepentingan - kepentingan tertentu.

Sedikit mengutip tulisan di blog yang pernah saya baca, hubungan dalam kontek cowok dengan cewek yang dekat terjadi karena adanya daya tarik fisik atau sensual. Pada film When Harry Met Sally, Harry berkata, cowok dan cewek tidak bisa berteman dekat karena selalu ada daya tarik seksual yang terlibat.

Kondisi sekarang saya sedang kosong dan dia sudah mempunyai pasangan. Saya takut keadaan saya yang kosong ini menyebabkan sesuatu yang tidak diinginkan sehingga dapat merusak persahabatan ini. Saya juga tidak ingin merusak hubungannya dengan pasangannya. 

Bila saya menjadi pasangannya pasti saya juga tidak suka bila cewek saya mempunyai hubungan dekat dengan cewek lain, mesti dia bilang itu adalah sahabatnya. Saya sedikit curiga bila ada yang memberikan perhatian lebih kepada teman ceweknya. Ini mungkin pemikiran saya, tapi itu juga diyakini oleh teman - teman saya juga. Saya tidak tahu bagaimana sudut pandang dari cewek.

Sedikit renungan setelah perjalanan pulang menemani sahabat saya makan.

Kejahatan Masa Lalu

Setelah beberapa lama lepas kontak, malam ini lembaran cerita lama kembali terbuka. Ini kejahatan dari masa lalu. Ketika telah mencoba melangkah menyusun masa depan ternyata cerita masa lalu menarik narik seakan tidak ingin pergi. Sebuah lagu dari Backalley - Andaikan sedang diputar di telinga

Menantikan Hadirmu
Kusadari bahwa semua telah berlalu
Mungkinkah kita bisa
Kembali bersama
Berbagi cerita

Di saat seperti ini pasti berharap ada doraemon yang mengeluarkan pintu ajaibnya kemudian bisa memutar kembali masa lalu. Sayangnya itu tidak mungkin terjadi. Doraemon hanya sebuah cerita saja sehingga masa lalu adalah masa yang telah berlalu tidak ada sesuatu yang dapat mengubah masa lalu. Masa lalu adalah bahan untuk belajar dalam menjalani hidup pada masa datang.


Tukang Ojek dan Penumpangnya

Ketagihan menulis di blog. Berasa ada yang kurang kalau dalam sehari tidak memposting sesuatu. yah minimal ada satu postinganlah per harinya. Tapi saya bingung sekarang mau nulis apa? Mencari - cari sesuatu yang bisa digali. Bagaimana kalau cinta - cintaan.

Mencari seseorang yang tepat itu ibarat tukang ojek yang mencari penumpangnya.

Si tukang ojek berkeliling mencari penumpang dari satu tempat mangkal ke tempat mangkal lainnya. Di sela - sela pasti ada penumpang yang sedang menunggu. Melalui pembicaraan singkat, si tukang ojek merayu si penumpang agar si tukang ojek bisa mengantarkan si penumpang di suatu tempat. Si penumpang pasti akan menguji si tukang ojek untuk mengetahui seberapa besar si tukang ojek bisa meyakinkan si penumpang.

Mesti begitu, si penumpang pasti juga tidak akan jual mahal. Si penumpang pasti takut tidak ada tukang ojek lain yang bisa mengantarkannya. Si penumpang hanya bisa menunggu, sedangkan si tukang ojek lebih mempunyai opsi lain, yaitu mencari penumpang yang lain.

Setelah terjadi kesepakatan, si tukang ojek mengantarkan si penumpang ke tempat tujuan yang sama. Mereka menggunakan kendaraan yang sama dan itu akan menimbulkan kontak antar mereka. Kontak tersebutlah yang merupakan suatu petualangan yang sebenarnya baru di mulai. Selama perjalanan, pasti tidak dilalui dengan mulus, pasti ada lampu merah, jalan berlubang atau bahkan ban bocor. Tidak mudah pasti.

Pertanyaan yang muncul setelah itu adalah apakah mereka akan sampai pada tempat tujuan yang sama. Jawaban iya atau tidak bergantung pada tukang ojek dan penumpangnya. Kalau jawabannya iya pasti tukang ojek dan penumpang saling mengerti, sedangkan bila sebaliknya pasti si penumpang merasa tukang ojek yang dia naiki sekarang bukan tukang ojek yang seperti dia inginkan akhirnya dia memilih mencari tukang ojek lain.

Spouted


Hampir setiap malam saya habiskan waktu saya di Laboratorium ini. Rencananya malam ini adalah malam terakhir saya melakukan penelitian untuk bahan skripsi. Sudah hampir 6 bulan saya bekerja hingga larut malam dan terkadang hingga tidur di sini. Entah sudah berapa banyak kegiatan yang telah saya lakukan? Pasti banyak. Yang pasti ini akan memberikan suatu kenangan tersendiri bagi saya.



Januari
Ini bulan awal dimana saya mulai bekerja. Penelitian saya termasuk penelitian yang baru jadi saya harus membuat alatnya terlebih dahulu baru setelah itu bisa melakukan penelitian. Di bulan ini saya memulai mendesain alat yang akan saya gunakan. Saya banyak melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing. Semua masih dalam bayangan saja, masih meraba - raba.

Februari
Desain alat sudah fix. Bulan ini dihabiskan dengan menunggu proses pembuatan alat. Alat terbuat dari kaca, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Menunggu.

Maret
Setelah proses menunggu akhirnya alat yang telah dipesan telah selesai. Meskipun selesai, tapi terjadi kesalahan dalam hal pengiriman barang. Salah satu alat yang saya pesan ternyata ada yang retak, sehingga harus dikembalikan lagi untuk diperbaiki. Memang apes, tapi mau bagaimana lagi, kesabaran diuji. Menunggu kembali.

April
Semua alat sudah lengkap dan terpasang rapi. Bayangkan betapa senangnya saya waktu itu, setelah proses menunggu yang cukup lama akhirnya semua alat telah terpasang. Bulan ini merupakan bulan pertama kali saya melakukan penelitian. Nasib buruk kembali menimpa, ternyata pemanas yang saya pakai tidak mampu menaikkan suhu seperti yang saya inginkan. Akhirnya saya kembali harus memesan pemanas yang bisa menaikan suhu seperti yang saya inginkan. Kembali lagi menunggu.

Mei
Bulan ini saya berharap keberuntungan memihak pada saya. Saya mulai melakukan penelitian. Alat berjalan sesuai dengan apa yang saya inginkan. Jerih payah, keringat yang menetes, waktu makan yang molor dan rutinitas mandi yang kadang hilang terasa terbayarkan sudah oleh sebuah hasil dari penelitian pertama. Namun itu tidak bertahan lama, keesokkan harinya sesuatu berkata berbeda. Proses baru berjalan 15 menit ternyata dinamo kompressor ternyata terbakar. Solusinya adalah dilakukan penggulungan dinamonya dan itupun membutuhkan waktu yang cukup lama. Kembali lagi harus menunggu kembali.

Juni
Bulan terakhir proses penelitian. Laporan skripsi harus selesai pada bulan ini. Saya mengejar beberapa variabel yang harus saya selesaikan. Beruntunglah, sampai detik saya menulis postingan ini belum ada sesuatu yang membuat saya harus menunggu kembali. Sebetulnya ada beberapa kendali, tapi karena beberapa pengalaman - pengalaman sebelumnya, jadi sudah cepat teratasi.

Sekian cerita singkat dari saya, di sini saya juga ingin mengucapkan rasa terima kasih terutama untuk pembimbing saya, Pak Heru dan Pak Minta; Partner saya Ardya; Karyawan sekaligus teman tidur kalau terpaksa harus menginap di lab Cak Gunawan; dan semua teman - teman laboratorium elektrokimia dan korosi.

Sampah

Jelek sekali judul postingan ini. Siapa coba yang tidak tahu "sampah" ? Banyak. Yang tidak tahu sampah pasti bukan orang Indonesia. Karena istilah sampah hanya dipakai untuk orang Indonesia saja.

Bagi yang tidak tahu nih, saya kasih tahu. Sampah merupakan material sisa yang tidak terpakai setelah berakhirnya suatu proses. Begitu hinanya arti kata sampah. Pasti tidak ada orang yang ingin diberi julukan sampah atau tidak ada orang yang mengganggap dirinya sampah.

Tapi saya punya pilihan yang berbeda untuk saat ini, saya mengganggap diri saya sampah. Saya bisa bilang seperti itu mungkin karena saya masih belum puas terhadap diri saya. Banyak perasaan kecewa terhadap diri saya, saya menginginkan sesuatu yang lebih dari saya. Banyak mimpi - mimpi yang saya gambar tetapi akibat kelalaian saya semua pergi  hilang lenyap. 

Saya tidak mau ini terjadi seterusnya. Saya harus melakukan sesuatu, Saya butuh kerja keras. Saya harus berubah. Saya harus bisa menjadi bukan hanya sekedar sampah sisa yang tidak bisa dipergunakan lagi. Harus bisa menjadi sampah daur ulang. Yang mesti sampah tetapi masih bisa digunakan kembali. Lebih - lebih bisa menjadi sampah biogas. Mesti wujudnya sampah tetapi mampu menjadi suatu energi terbaru.

Dengan berakhirnya postingan ini, bulatkan tekat, perbaiki diri mulai cara berpikir, cara pandang, cara berbicara, cara mengelola waktu, dan semua hal yang dirasa kurang. Kata pepatah, tidak ada kata terlambat sebelum bertindak.

Waktupun Menjawab


Pernah kesal dengan seseorang? 
Pengen merasakan ingin memukul seseorang ? 
Mencaci maki bahkan ingin meludahinya ?  
Keras sekali sepertinya bahasa yang saya pakai, mungkin itu gambaran dari rasa sakit hati saya terhadap seseorang.


Bermula dari niat yang baik, tetapi diakhiri dengan sesuatu yang tidak mengenakkan. Entah apa yang ada dibayangan orang tersebut. Seorang sahabat menasihati saya, dia berkata, " Sudah, emang gitu dasarnya cewek". Saya sebenarnya tidak sepenuhnya setuju tapi untuk kejadian ini saya sangat setuju sekali.


Malam ini saya dibuat tidak bisa tidur. Membayangkan bagaimana orang tersebut mengeluarkan kata -kata yang tidak mengenakkan. Memang tidak mendengar secara langsung, tapi sahabat saya yang menceritakannya pada saya. Sebenarnya mereka tidak tega ingin menceritakannya, tapi mereka berpikir saya harus mengetahuinya.


Berpikir lama, entah mengapa dibalik wajah polosnya? Tersimpan sesuatu kebusukan. Untuk sekian kalinya saya tertipu oleh suatu penampilan. Tapi dibalik itu saya tersadar, ternyata saya harusnya berterima kasih kepadanya. Saya hargai itu kritikan yang sangat pedas. Ini akan saya jadikan sesuatu pelajaran untuk lebih baik lagi.


Saya juga harusnya bahagia, tidak akan bertemu dengan orang tersebut dalam jangka waktu yang lama. Ini mungkin suatu pelajaran untuk saya agar lebih bersabar lagi untuk bertemu yang namanya "yang lebih baik lagi". Yang bisa memberikan lebih kebahagian.

Lagi - lagi seperti ini, apa yang salah ya sebenarnya. Banyak pertanyaan tentang itu. Apa saya yang salah? Strateginya yang salah? Momennya yang salah? Apa orangnya saya temui yang salah? atau ini merupakan kesalahan saya di masa lalu. Apa saya belum bisa memaafkan masa lalu saya sehingga saya belum siap melangkah ke masa depan? Hmm. beberapa pertanyaan ini menjadi PR besar bagi saya.