Sedikit mempromosikan teman.
Mungkin ada produser yang iseng - iseng browsing tidak sengaja membaca tulisan ini, kemudian tertarik mengajak mereka ikut rekaman. Kalau emang benar kejadian seperti itu, wah kalian harus mentraktir saya makan teman.
Dengan membawa genre jazz groovy, band yang digawangi oleh Dito (bassist) , Fiki (gitaris), Niar (vokalist), Tata (keyboardist), dan Yogi (drumer) mampu membawakan musiknya dengan bijaksana. Band yang tergolong masih muda ini sudah mampu mendominasi di beberapa acara - acara di ITS.
Single lagu yang berjudul Lelah bercerita tentang perasaan lelah telah mendiamkan pasangannya, padahal disisi lain dia sendiri tidak bisa menjauhi pasangannya. Akhirnya dia meminta maaf kepada pasangannya dan berjanji tidak mengulanginya lagi.
Beberapa foto yang saya ambil saat mereka perform di acara colloid2012
Jika ingin tahu lebih lanjut, follow aja twitternya di @wisegroo
atau kunjungi aja profil mereka di www.reverbnation.com/wisegroo
Keep groove guys!
Helipad
0
komentar |
This entry was posted on Kamis, 25 Oktober 2012
Menyelinap diam diam.
Pandangan tidak lepas dari berbagai sisi.
Berlagak seperti pengunjung biasa.
Ini gambaran agar pihak keamanan tidak curiga dengan aktifitas saya.
Sore itu, saya ingin mengambil foto di helipad di salah satu mall di Surabaya.
Pandangan tidak lepas dari berbagai sisi.
Berlagak seperti pengunjung biasa.
Ini gambaran agar pihak keamanan tidak curiga dengan aktifitas saya.
Sore itu, saya ingin mengambil foto di helipad di salah satu mall di Surabaya.
Terus dan Terus Mencari
0
komentar |
This entry was posted on Selasa, 23 Oktober 2012
Seperti lupa rasanya jatuh cinta, sepertinya sudah lama tidak merasakan perasaan itu.
Apa ada yang salah? Apa saya kurang menarik, apa saya termasuk orang yang pilih -pilih atau apa saya belum move on dengan mantan saya? Entahlah, sulit untuk menjawabnya, yang pasti saya belum menemukan rasa itu muncul kembali.
Saya jadi teringat adegan terakhir pembicaraan Tom dan Summer di film "500 days of summer". Tom berkata, "Kamu tahu hal yang menyebalkan? Menyadari hal yang kamu yakini adalah bohong belaka. Takdir, belahan jiwa, cinta sejati dan semua dongeng masa kecil itu omong kosong."
Tapi setelah mendengar perkataan Tom, Summer malah tersenyum dan berkata "Kamu tahu? Aku duduk di Deli dan membaca Dorian Gray dan seorang pria mengampiri itu dan menanyakan tentang itu, sekarang dia menjadi suamiku, bagaimana jadinya jika aku ke bioskop atau aku makan siang di suatu tempat atau datang kesana sepuluh menit berikutnya? Itu memang sudah ditakdirkan Tom"
Dari adegan tersebut saya belajar tentang sesuatu. Tidak ada yang namanya kebetulan, semua telah ditulis, banyak cara untuk bertemu pasangan kita. Mungkin dia berposisi sama seperti kamu, mungkin juga dia sedang menjalin hubungan dengan orang lain.
Jangan berhenti untuk mencari dan selalu belajar dari kegagalan. Mungkin kalimat terakhir ini cocok untuk dijadikan semangat mencari pekerjaan sekaligus mencari pasangan. Hufh.
Cepat Berlalu
0
komentar |
This entry was posted on
Di saat kuliah ingin cepat lulus, tapi setelah kuliah ingin kembali ke masa-masa kuliah
Andai bisa memajukan atau memundurkan waktu seenak hati,
Ah hanya angan belaka
Foto ini diambil setelah pengambilan toga, sayang tidak semua teman-teman K48 ikut serta. Sebagian telah mendapatkan pekerjaan, sebagian lagi telah melanjutkan studi S2nya, sebagian lagi sedang di rumah, mandangin laptop mencari lowongan pekerjaan. Parahnya sampai detik saya menulis ini saya termasuk yang terakhir.
Menagih Rencana Tuhan
0
komentar |
This entry was posted on
Sudah tepat satu bulan dari hari syukuran wisuda.
Banyak yang bilang masa setelah wisuda adalah masa yang sebenarnya. Tapi sudah satu bulan lewat ini saya masih belum mengerti masa yang sebenarnya itu seperti apa. Pendapat lebih frontal lagi adalah ada yang berkata masa setelah wisuda adalah masa dimana pelepasan pengangguran secara massal. Mungkin dari dua pendapat yang berbeda, saya lebih setuju pendapat yang terakhir.
Begitu banyak para wisudawan wisudawati tiap tahunnya tapi itu tidak didukung oleh jumlah lowongan tiap tahunnya. Sebetulnya lowongan pekerjaan itu banyak, tapi manusia ini cenderung ingin memperoleh hasil yang terbaik. Jadi sepertinya harus saya pertegas, lowongan perusahaan yang baik yang jumlahnya sedikit.
Saya termasuk orang yang ambisius, Saya mungkin termasuk golongan seperti itu, entah itu hal - hal yang saya cita-citakan atau itu karena dorongan kuat dari orang tua. Orang tua selalu berharap untuk kerja di "perusahaan A" saja, gaji dan tunjangan besar atau "perusahaan B" lah yang sudah besar punya cabang dimana - mana. Padahal "perusahaan A dan B" ini belum membuka lowongan, kadang meskipun ada itupun bukan lowongan yang sesuai dengan jurusan yang telah diambil.
Apa harus menunggu ? Menunggu perusahaan tersebut membuka lowongan. Tentu semua orang tidak akan berbuat demikian bukan. Meskipun saya termasuk orang yang ambisius, pasti saya berpkir ulang kalau harus menunggu untuk sesuatu yang tidak pasti. Selagi menunggu pasti ada usaha untuk mencari perusahaan lain untuk dilamar.
Nah ini berakibat pada tes - tes interview, saya jamin pasti tidak ada orang yang menjawab seratus persen kejujuran. Banyak yang diantaranya berbohong. Seperti yang telah beberapa kali saya lalui, ketika ditanya lebih memilih "perusahaan A" atau "perusahaan ini". Pasti akan saya akan menjawab "perusahaan ini" dengan beberapa alasan yang saya anggap masuk akal, padahal dalam hati saya lebih memilih "perusahaan A".
Dari situ apa boleh dikata. Sesuatu yang harus selalu dipegang yaitu usaha. Daripada menunggu sesuatu yang tidak pasti, mending melakukan suatu usaha. Tuhan mungkin mempunyai rencana lain dan percayalah rencana itu pasti indah.
Banyak yang bilang masa setelah wisuda adalah masa yang sebenarnya. Tapi sudah satu bulan lewat ini saya masih belum mengerti masa yang sebenarnya itu seperti apa. Pendapat lebih frontal lagi adalah ada yang berkata masa setelah wisuda adalah masa dimana pelepasan pengangguran secara massal. Mungkin dari dua pendapat yang berbeda, saya lebih setuju pendapat yang terakhir.
Begitu banyak para wisudawan wisudawati tiap tahunnya tapi itu tidak didukung oleh jumlah lowongan tiap tahunnya. Sebetulnya lowongan pekerjaan itu banyak, tapi manusia ini cenderung ingin memperoleh hasil yang terbaik. Jadi sepertinya harus saya pertegas, lowongan perusahaan yang baik yang jumlahnya sedikit.
Saya termasuk orang yang ambisius, Saya mungkin termasuk golongan seperti itu, entah itu hal - hal yang saya cita-citakan atau itu karena dorongan kuat dari orang tua. Orang tua selalu berharap untuk kerja di "perusahaan A" saja, gaji dan tunjangan besar atau "perusahaan B" lah yang sudah besar punya cabang dimana - mana. Padahal "perusahaan A dan B" ini belum membuka lowongan, kadang meskipun ada itupun bukan lowongan yang sesuai dengan jurusan yang telah diambil.
Apa harus menunggu ? Menunggu perusahaan tersebut membuka lowongan. Tentu semua orang tidak akan berbuat demikian bukan. Meskipun saya termasuk orang yang ambisius, pasti saya berpkir ulang kalau harus menunggu untuk sesuatu yang tidak pasti. Selagi menunggu pasti ada usaha untuk mencari perusahaan lain untuk dilamar.
Nah ini berakibat pada tes - tes interview, saya jamin pasti tidak ada orang yang menjawab seratus persen kejujuran. Banyak yang diantaranya berbohong. Seperti yang telah beberapa kali saya lalui, ketika ditanya lebih memilih "perusahaan A" atau "perusahaan ini". Pasti akan saya akan menjawab "perusahaan ini" dengan beberapa alasan yang saya anggap masuk akal, padahal dalam hati saya lebih memilih "perusahaan A".
Dari situ apa boleh dikata. Sesuatu yang harus selalu dipegang yaitu usaha. Daripada menunggu sesuatu yang tidak pasti, mending melakukan suatu usaha. Tuhan mungkin mempunyai rencana lain dan percayalah rencana itu pasti indah.








