Renungan Perjalanan Pulang
1 komentar |
This entry was posted on Selasa, 26 Juni 2012
Dengan kecepatan motor hanya 40 km/jam saya merenungkan suatu hal.
Saya pernah membaca sebuah blog yang mengupas apakah bisa cowok dan cewek tulus bersahabat? Pertanyaan itu muncul di saat saya bertemu kembali dengan seorang teman lama yang lama tidak berkomunikasi. Tulus? Benar benar tulus tanpa ada harapan - harapan atau kepentingan - kepentingan tertentu.
Sedikit mengutip tulisan di blog yang pernah saya baca, hubungan dalam kontek cowok dengan cewek yang dekat terjadi karena adanya daya tarik fisik atau sensual. Pada film When Harry Met Sally, Harry berkata, cowok dan cewek tidak bisa berteman dekat karena selalu ada daya tarik seksual yang terlibat.
Kondisi sekarang saya sedang kosong dan dia sudah mempunyai pasangan. Saya takut keadaan saya yang kosong ini menyebabkan sesuatu yang tidak diinginkan sehingga dapat merusak persahabatan ini. Saya juga tidak ingin merusak hubungannya dengan pasangannya.
Bila saya menjadi pasangannya pasti saya juga tidak suka bila cewek saya mempunyai hubungan dekat dengan cewek lain, mesti dia bilang itu adalah sahabatnya. Saya sedikit curiga bila ada yang memberikan perhatian lebih kepada teman ceweknya. Ini mungkin pemikiran saya, tapi itu juga diyakini oleh teman - teman saya juga. Saya tidak tahu bagaimana sudut pandang dari cewek.
Sedikit renungan setelah perjalanan pulang menemani sahabat saya makan.
Saya pernah membaca sebuah blog yang mengupas apakah bisa cowok dan cewek tulus bersahabat? Pertanyaan itu muncul di saat saya bertemu kembali dengan seorang teman lama yang lama tidak berkomunikasi. Tulus? Benar benar tulus tanpa ada harapan - harapan atau kepentingan - kepentingan tertentu.
Sedikit mengutip tulisan di blog yang pernah saya baca, hubungan dalam kontek cowok dengan cewek yang dekat terjadi karena adanya daya tarik fisik atau sensual. Pada film When Harry Met Sally, Harry berkata, cowok dan cewek tidak bisa berteman dekat karena selalu ada daya tarik seksual yang terlibat.
Kondisi sekarang saya sedang kosong dan dia sudah mempunyai pasangan. Saya takut keadaan saya yang kosong ini menyebabkan sesuatu yang tidak diinginkan sehingga dapat merusak persahabatan ini. Saya juga tidak ingin merusak hubungannya dengan pasangannya.
Bila saya menjadi pasangannya pasti saya juga tidak suka bila cewek saya mempunyai hubungan dekat dengan cewek lain, mesti dia bilang itu adalah sahabatnya. Saya sedikit curiga bila ada yang memberikan perhatian lebih kepada teman ceweknya. Ini mungkin pemikiran saya, tapi itu juga diyakini oleh teman - teman saya juga. Saya tidak tahu bagaimana sudut pandang dari cewek.
Sedikit renungan setelah perjalanan pulang menemani sahabat saya makan.
Kejahatan Masa Lalu
0
komentar |
This entry was posted on Sabtu, 23 Juni 2012
Setelah beberapa lama lepas kontak, malam ini lembaran cerita lama kembali terbuka. Ini kejahatan dari masa lalu. Ketika telah mencoba melangkah menyusun masa depan ternyata cerita masa lalu menarik narik seakan tidak ingin pergi. Sebuah lagu dari Backalley - Andaikan sedang diputar di telinga
Menantikan Hadirmu
Kusadari bahwa semua telah berlalu
Mungkinkah kita bisa
Kembali bersama
Berbagi cerita
Di saat seperti ini pasti berharap ada doraemon yang mengeluarkan pintu ajaibnya kemudian bisa memutar kembali masa lalu. Sayangnya itu tidak mungkin terjadi. Doraemon hanya sebuah cerita saja sehingga masa lalu adalah masa yang telah berlalu tidak ada sesuatu yang dapat mengubah masa lalu. Masa lalu adalah bahan untuk belajar dalam menjalani hidup pada masa datang.
Tukang Ojek dan Penumpangnya
0
komentar |
This entry was posted on
Ketagihan menulis di blog. Berasa ada yang kurang kalau dalam sehari tidak memposting sesuatu. yah minimal ada satu postinganlah per harinya. Tapi saya bingung sekarang mau nulis apa? Mencari - cari sesuatu yang bisa digali. Bagaimana kalau cinta - cintaan.
Mencari seseorang yang tepat itu ibarat tukang ojek yang mencari penumpangnya.
Si tukang ojek berkeliling mencari penumpang dari satu tempat mangkal ke tempat mangkal lainnya. Di sela - sela pasti ada penumpang yang sedang menunggu. Melalui pembicaraan singkat, si tukang ojek merayu si penumpang agar si tukang ojek bisa mengantarkan si penumpang di suatu tempat. Si penumpang pasti akan menguji si tukang ojek untuk mengetahui seberapa besar si tukang ojek bisa meyakinkan si penumpang.
Mesti begitu, si penumpang pasti juga tidak akan jual mahal. Si penumpang pasti takut tidak ada tukang ojek lain yang bisa mengantarkannya. Si penumpang hanya bisa menunggu, sedangkan si tukang ojek lebih mempunyai opsi lain, yaitu mencari penumpang yang lain.
Setelah terjadi kesepakatan, si tukang ojek mengantarkan si penumpang ke tempat tujuan yang sama. Mereka menggunakan kendaraan yang sama dan itu akan menimbulkan kontak antar mereka. Kontak tersebutlah yang merupakan suatu petualangan yang sebenarnya baru di mulai. Selama perjalanan, pasti tidak dilalui dengan mulus, pasti ada lampu merah, jalan berlubang atau bahkan ban bocor. Tidak mudah pasti.
Pertanyaan yang muncul setelah itu adalah apakah mereka akan sampai pada tempat tujuan yang sama. Jawaban iya atau tidak bergantung pada tukang ojek dan penumpangnya. Kalau jawabannya iya pasti tukang ojek dan penumpang saling mengerti, sedangkan bila sebaliknya pasti si penumpang merasa tukang ojek yang dia naiki sekarang bukan tukang ojek yang seperti dia inginkan akhirnya dia memilih mencari tukang ojek lain.
Mencari seseorang yang tepat itu ibarat tukang ojek yang mencari penumpangnya.
Si tukang ojek berkeliling mencari penumpang dari satu tempat mangkal ke tempat mangkal lainnya. Di sela - sela pasti ada penumpang yang sedang menunggu. Melalui pembicaraan singkat, si tukang ojek merayu si penumpang agar si tukang ojek bisa mengantarkan si penumpang di suatu tempat. Si penumpang pasti akan menguji si tukang ojek untuk mengetahui seberapa besar si tukang ojek bisa meyakinkan si penumpang.
Mesti begitu, si penumpang pasti juga tidak akan jual mahal. Si penumpang pasti takut tidak ada tukang ojek lain yang bisa mengantarkannya. Si penumpang hanya bisa menunggu, sedangkan si tukang ojek lebih mempunyai opsi lain, yaitu mencari penumpang yang lain.
Setelah terjadi kesepakatan, si tukang ojek mengantarkan si penumpang ke tempat tujuan yang sama. Mereka menggunakan kendaraan yang sama dan itu akan menimbulkan kontak antar mereka. Kontak tersebutlah yang merupakan suatu petualangan yang sebenarnya baru di mulai. Selama perjalanan, pasti tidak dilalui dengan mulus, pasti ada lampu merah, jalan berlubang atau bahkan ban bocor. Tidak mudah pasti.
Pertanyaan yang muncul setelah itu adalah apakah mereka akan sampai pada tempat tujuan yang sama. Jawaban iya atau tidak bergantung pada tukang ojek dan penumpangnya. Kalau jawabannya iya pasti tukang ojek dan penumpang saling mengerti, sedangkan bila sebaliknya pasti si penumpang merasa tukang ojek yang dia naiki sekarang bukan tukang ojek yang seperti dia inginkan akhirnya dia memilih mencari tukang ojek lain.
Integralisik Presidium
0
komentar |
This entry was posted on Jumat, 15 Juni 2012
Kala ini saya dihadapkan dengan orang - orang yang luar biasa yang sangat jernih dalam hal memandang suatu organisasi dan kepemimpinan. Mereka pasti tahu persis apa yang mereka kehendaki dan sangat menikmati bidang - bidang yang mereka geluti.
Memilih suatu yang mereka geluti pasti dengan pemikiran yang matang. Pasti melalui banyak pertimbangan - pertimbangan yang mereka pikirkan sebelum mengambil suatu keputusan ini.
Saya sangat salut kepada mereka. Berinterkasi dengan orang - orang ini sungguh menyenangkan apalagi apabila membicarakan soal visi dan misi kehidupan. Bagaimana mereka mempunyai pandangan hidup 5 hingga 25 tahun ke depan? Mereka pasti sudah menuliskan pada sebuah kertas yang besar kemudian menempelnya di kamar mereka.
" You have the power in your hand when you have it in your mind. Vision creates dreams. Dreams become reality "
Memilih suatu yang mereka geluti pasti dengan pemikiran yang matang. Pasti melalui banyak pertimbangan - pertimbangan yang mereka pikirkan sebelum mengambil suatu keputusan ini.
Saya sangat salut kepada mereka. Berinterkasi dengan orang - orang ini sungguh menyenangkan apalagi apabila membicarakan soal visi dan misi kehidupan. Bagaimana mereka mempunyai pandangan hidup 5 hingga 25 tahun ke depan? Mereka pasti sudah menuliskan pada sebuah kertas yang besar kemudian menempelnya di kamar mereka.
" You have the power in your hand when you have it in your mind. Vision creates dreams. Dreams become reality "





